Peluang Selingkuh Hubungan LDR dan Cara Move On dari Mantan

Berapa Besar Peluang Selingkuh Dalam Hubungan Jarak Jauh? LDR atau Long Distance Relationship sangat beresiko dan sering sekali gagal daripada berhasil. Banyak sekali kendala yang dialami oleh pasangan ini saat mereka mulai tinggal terpisah.

Faktor paling banyak penyebab kegagalan tersebut adalah “Selingkuh”. Kamu tidak bisa melupakan fakta bahwa untuk mengingkari suatu hal akan lebih mudah jika seseorang berjauhan dan tidak saling tahu perbuatan satu sama lain.

Sugestinya masih sama seperti apa yang sering kamu dengar,
“Sudah lah, kamu kan jauh, mana mungkin dia tahu”
Kebanyakan orang berasumsi bahwa kepercayaan adalah kunci berhasilnya hubungan jarak jauh.
Menurut saya itu benar, tapi tidak sepenuhnya benar.
Pertama-tama dari mana datangnya rasa percaya itu? Bukankah dari berbagai harapan yang kalian bangun?
Bahkan orang baru juga bisa mengukir harapan seperti itu.
Dan harapan itu akan menimbulkan kepercayaan yang sama seperti sebelumnya, tergantung besar tidaknya rasa itu sendiri.
Lantas, kemana kepercayaan yang selama ini kalian genggam? Pudar.
Pudar karena kepercayaan baru dengan orang yang baru.
Miris bukan? Suatu kepercayaan luntur karena kepercayaan yang sama.
Jadi, percaya saja tidak cukup?
Tentu tidak, suatu kepercayaan harus di dasari dengan komitmen dan bukti-bukti agar kamu tahu seberapa layak orang yang akan kamu percayai.
Komitmen dapat di artikan kesepakatan atau perjanjian yang dibuat bersama dengan tujuan tertentu, karena pada dasarnya suatu hubungan bisa pudar ataupun berubah.
Jadi, peran komitmen bisa membuat seseorang membulatkan tekad dan meneguhkan hatinya dalam menjalani hubungan serta memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan hubungan.
Contoh nyata upaya tersebut adalah menikah, melamar atau setidaknya membicarakan keseriusan pada orang tua masing-masing.
Tujuan harus jelas, harus ada titik temu dari apa yang kalian perjuangankan. Bukan hanya sekadar menjalin tanpa ada itikad untuk serius.

 

Berapa level kamu dalam move on?

Ketika pasangan putus, entah itu ditinggalkan ataupun meninggalkan. Kebanyakan dari mereka akan saling menyalahkan dan membuat cerita dengan dua versi yang berbeda. Setelah itu mereka akan mencoba dekat dengan orang lain dan menunjukan seolah siapa yang paling bahagia setelah berakhirnya hubungan itu.

Menurutku hal itu salah, move on tidak ada sangkut pautnya dengan punya pasangan baru. Punya pasangan tidak menjadi alasan bahwa kamu telah berhasil. Karena banyak sekali di luar sana orang yang cepat-cepat mencari pasangan baru hanya karena “gengsi”.

Akhirnya, pacar baru hanya menjadi sebuah pelarian dari gagalnya hubungan yang sebenarnya belum sepenuhnya kamu terima. Ada juga yang bilang, move on itu ketika kamu sudah saling melupakan satu sama lain. Menurutku ini juga kurang tepat.

Bukankah sesuatu yang pernah kamu lewati pantas untuk di hargai? Seburuk dan sepahit apapun itu, selalu ada pelajaran yang bisa kamu ambil dari sana. Lalu untuk apa bersikaras untuk melupakan? Jika dalam proses melupakan itu sendiri selalu ada jeda untuk mengingat?

Sangat munafik jika kamu pernah bahagia dengan seseorang, lantas membenci dan berusaha melupakanya hanya kerena gagal.Menurutku, level tertinggi dari perpisahan adalah rela seutuhnya. Jika sudah rela, kamu dapat mengingat dia kapan saja tanpa terluka.

Kamu dapat menerima dia dengan status baru sebagai “teman” tanpa dendam. Kamu bisa berdamai tanpa mengungkit apapun yang pernah terjadi. Dan pastinya, kamu bisa memastikan dia telah jatuh di pelukan ternyaman dengan kerelaan begitu lapang.

Jadi, akan lebih baik kamu berdamai dengan masa lalu dengan cara dan sikap yang baik terlebih dahulu sebelum memutuskan menjalin hubungan dengan orang baru. Jangan memaksakan diri hanya karena ingin terlihat bahagia.
Ada yang datang dan juga ada yang pergi, memang seperti itulah siklusnya.

Kalo kamu sibuk meratapi yang sudah pergi, kamu lupa sama yang datang dan lupa mesyukuri apa yang kamu miliki sekarang. Dunia gak akan berhenti berputar karena 1 manusia. Balaslah secara elegan dengan kesuksesan 🙂

Kira-kira level kalian sampai mana guys?
Pura-pura bahagia?
Masih tahap proses lapang dada?
Atau rela seutuhnya?